Jumat, 09 Desember 2011

Cara Menghipnotis Orang

APAKAH ANDA BISA MENGHIPNOTIS ORANG?
Bayangkan Anda berhadapan dengan anak Anda yang tidak mau belajar alias mogok belajar. Rasakan bagaimana perasaan Anda melihat buah hati Anda mandek tidak mau makan. Dengarkan kata-kata menyedihkan yang keluar dari anak kandung Anda yang senantiasa melawan Anda untuk apa pun yang Anda minta ia lakukan...

Anda bisa melakukan perubahan!

Tentu saja dengan suatu cara dan teknik tertentu, Anda bisa mengatasi hal-hal seperti yang disebutkan di atas. Dan hasil yang Anda dapatkan akan sungguh mengejutkan Anda. Saya pun mengalaminya demikian.

Pembaca yang budiman, banyak hal yang sebenarnya dapat Anda lakukan dengan hidup Anda dan hidup orang-orang yang Anda sayangi. Tentu Anda ingin kehidupan yang lebih baik, bukan? Bila jawaban Anda adalah ya, maka Anda akan sangat tertarik dengan sebuah ilmu yang bernama hypnotis.

Tidak seperti yang dipahami masyarakat awam, ilmu hipnotis (hypnotis) adalah sangat aman. Bahkan pihak WHO pun telah menetapkan bahwa hypnotis bisa membantu mengatasi masalah seseorang baik berupa psikis maupun fisik. Bahkan di Amerika Serikat, ilmu hipnotis (hypnotis) ini telah diakui sebagai salah satu cabang ilmu kedokteran yang diakui resmi di berbagai lembaga pendidikan terkemuka.

Silakan klik di sini bagaimana cara hipnotis orang lain untuk informasi lebih lanjut.

ANDA BISA MENGHIPNOTIS ORANG LAIN!
yakinlah!
Anda bisa hipnotis orangNamun Anda mesti memiliki tujuan yang mulia agar Allah yang MahaKuasa meridhai dan mencintai Anda.

Bersama saya, Anda akan belajar bagaimana cara hypnotis orang dengan cepat dan aman. Ada beberapa teknik yang dapat dipergunakan. Semua ini sebenarnya tergantung pada tempat dan situasi.

Dengan Anda menerapkan cara hipnotis (hypnotis) yang benar dan aman, yang benar, Anda akan terhindar dari hal-hal yang merugikan dan berbahaya baik bagi Anda sendiri maupun orang lain. Terlebih bila Anda berniat baik untuk membantu memecahkan masalah diri Anda sendiri maupun orang yang Anda kasihi dan sayangi.

Jumat, 02 Desember 2011

Arti Persahabatan

Bagiku arti persahabatan adalah teman bermain dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian menjaga rumah...
Hahahahaha!” aku tertawa sambil membaca.
“Beni! Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. Ini aku menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartu kan? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok pasti selesai. Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. PlayStation!” jelas Judi dengan nada nyaring.
Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari kelas 1 SMA sampai sekarang duduk di kelas 2 - aku sering sekelompok, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Judi jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara Judi, aku jadi ikut-ikutan suka main game.
Sahabatku yang kedua adalah Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.
“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang Jon yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.
Kami pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.
Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.
“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.
“Ohh iya itu!” Judi dan Bang Jon setuju dengan ku. Judi melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, Beni – kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, Aku dan Bang Jon akan pergoki mereka lewat depan dan teriak .. maling... pasti tetangga keluar semua” bisikan Judi terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.
Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut. “...Beni, ayo...satpam” Judi membisiku sekali lagi.
Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia

segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.
“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.

“Jangan kawatir... hehehe... Kita bertiga berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... Judi juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang Jon dengan tenang dan pedenya.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang Jon “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang rumahmu.”
Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Judi dan Ban Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “ Judi malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main PlayStation. Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu.
“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.
Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( Judi dan Bang Jon salah satunya ).


_��Qj�